Rabu, 12 Februari 2020

Penangkal Virus Corona Sudah Ditemukan ???

Seorang Peneliti Surabaya Temukan Penangkal Virus Corona

Virus corona terus mengamuk. Di saat para ahli dunia berlomba menemukan cara yang ampuh untuk mengatasinya, seorang peneliti Surabaya temukan penangkal virus corona.

antvklik.com - Seorang peneliti Surabaya bernama Chaerul Anwar Nidom menegaskan, untuk menghadapi virus corona sebenarnya cukup mudah.

Nidom yang merupakan Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga Surabaya menyebut, ada dua macam virus corona, yaitu low pathogenic yang tidak begitu ganas, dimana reseptornya ada di saluran atas.

Sedangkan yang kedua adalah high pathogenic, dimana reseptornya ada di paru yang dapat berakibat fatal pada manusia.

Guna menangkal virus corona, adalah dengan menangkal badai sitokin. Badai sitokin adalah sebuah proses biologis dalam paru karena ada infeksi virus corona yang menempel pada paru.

Disebutkan, untuk menangkal badai sitokin terdapat pada : *curcumin yang ada pada jahe, kunyit, sereh dan temulawak* yang biasa dibuat bumbu masak serta minuman segar.

Di beberapa tempat saya tawarkan apa yang bisa digunakan untuk menangkal adalah herbal atau tanaman obat yang ada di sekitar kita. Dan kita biasa meminum atau mengonsumsi itu, yaitu yang kandungannya curcumin," kata Nidom.

Menurutnya, obat-obat herbal itu sudah biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa virus corona belum menyebar di Indonesia.

Nidom mengatakan, ini bisa jadi karena masyarakat Indonesia terbiasa minum jamu atau bisa juga karena virus itu tidak sesuai dengan kondisi tubuh masyarakat Indonesia.

Nidom yang berpengalaman menghadapi wabah virus flu burung pada 2005 lalu menyarankan masyarakat tidak menunggu obat-obat yang dikeluarkan industri farmasi.

"Konsumsilah apa yang biasa dilakukan. Kami sudah pernah mempunyai pengalaman-pengalaman yang lalu. Jadi produk-produk di daerah, tumbuhan-tumbuhan di Indonesia sudah cukup mampu menangkal (virus corona)," katanya lagi.

Sandi Irwanto I Surabaya, Jawa Timur

https://www.antvklik.com/headline/seorang-peneliti-surabaya-temukan-penangkal-virus-corona

Jumat, 07 Februari 2020

Penanganan Distokia Pada Sapi


Apa Itu Distokia?

Definisi dari distokia yaitu suatu keadaan dimana hewan mengalami kesulitan beranak/partus sehingga memerlukan pertolongan tenaga ahli. Distokia merupakan salah satu kondisi kebidanan yang harus ditangani oleh dokter hewan. Kejadian distokia pada ternak diperkirakan 3,3%, kejadian ini lebih banyak pada ternak sapi perah dibandingkan pada sapi potong.

Gejala Klinis Distokia

Gejala klinis pada kasus distokia adalah besarnya ukuran fetus sehingga tersumbat di servik/vagina atau posisi fetus yang salah. Proses kelahiran melebihi waktu 8 jam dari saat pertama kali seekor induk merejan untuk melahirkan.

Diagnosa Distokia

Keputusan untuk membantu kelahiran harus didasarkan pada kondisi fisik induk. Jalan kelahiran harus dieksplorasi untuk memastikan posisi fetus, ukuran dan derajat dilatasi pembukaan pelvis, derajat dilatasi serviks. Kelainan posisi fetus harus diperiksa dengan hati-hati. Sebelum pilihan ditentukan, dilakukan tes refleks pada fetus.

Terapi Distokia
Distokia dapat diatasi dengan obat, manipulasi dan sectio caesaria. Obat yang dapat diberikan adalah oxytocin yang diberikan ketika dilatasi cerviks sudah sempurna. Traksi/tarik paksa yang dilakukan jika diameter fetus minimal sama besar dengan diameter jalan kelahiran. Bila cara traksi tidak bisa dilakukan karena kepala fetus tersangkut di servik akibat kepalanya terlalu besar, maka bisa dilakukan sectio caesaria. Jika tidak memungkinkan dilakukan sectio caesaria (fetus mati), maka dilakukan fetotomi. Biasanya penanganan distokia yang paling sering dilakukan adalah dengan mutasi dan tarik paksa.
Berikut ini metode yang dapat dilakukan dalam penanganan distokia diantaranya yaitu mutasi, tarik paksa, foetotomi dan sectio caesaria. Penjelasan masing-masingnya sebagai berikut:
  1. Mutasi adalah cara penanggulangan distokia dimana fetus dikembalikan pada posisi yang benar melalui repulsi (pendorongan fetus keluar dari pelvis induk atau jalan kelahiran memasuki rongga abdomen dan uterus sehingga tersedia cukup ruangan untuk pembetulan posisi atau posture fetus dan ektremitasnya), rotasi (pemutaran tubuh pada sumbu panjangnya untuk membawa fetus pada posisi dorsosakral), versi (rotasi fetus pada poros transversalnya yaitu situs anterior atau posterior) dan pembentulan atau perentangan ekstremitas
  2. Tarik paksa adalah pengeluaran fetus dari induk melalui saluran kelahiran dengan menggunakan kekuatan dari luar. Tarik paksa dilakukan apabila terdapat kelemahan uterus dan fetus tidak ikut menstimulir perejanan.
  3. Fetotomi adalah pemotongan fetus untuk mengurangi ukurannya.
  4. Sectio caesaria adalah pengeluaran fetus melalui laparotomi hysterectomi atau pembedahan pada abdomen dan uterus.
DAFTAR PUSTAKA:
Anonim. 2014. Dystocia: What You Need to Know. http://www.agrovetmarket.com [27 Maret 2014].
Jackson PGG. 2004. Handbook of Veterinary Obstetric. Elsevier : Saunders.
Manan D. 2002. Ilmu Kebidanan pada Ternak. Proyek Peningkatan Penelitian Perguruan Tinggi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional.
Meredith MJ. 2000. Animal Breeding and Infertility. Australia : Blackwell Science Ltd.
https://ilmuveteriner.com/apa-itu-distokia/ 



Kamis, 30 Januari 2020

pentingnya kerjasama profesi kedokteran dan kedokteran hewan

Assalamualaikum Wr.Wb
Perkenalkan nama saya Noor Moch. 'Alim Setyo. Saat ini saya masih menjalani pendidikan profesi dokter hewan yang ada di salah satu universitas ternama di Indonesia. Disini saya hanya ingin berargumen tentang pentingnya peran profesi dokter hewan di masyarakat sekarang. Mungkin profesi ini sudah familiar di daerah perkotaan. Akan tetapi di daerah pedesaan profesi ini masih belum terlihat dan dianggap sama seperti mantri sapi karena pasiennya kebanyakan hewan ternak besar. Sekarang ini di awal tahun 2020 banyak sekali kasus yang terjadi salah satunya munculnya wabah virus corona. Untuk mencegah virus ini masuk ke Indonesia perlu tindakan khusus dan kerjasama antara bidang kedokteran dan kedokteran hewan. Karena virus ini berasal dari hewan liar. Di china virus tersebut dikabarkan oleh Peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) berasal dari pasar hewan liat yang ada di huanan dan sekarang pasar itu sudah ditutup (tribunnews, 2020) Di indonesia juga ada pasar yang mirip dengan itu. Pasar tersebut juga berpotensi untuk menyebar luaskan virus corona jika jumlah virus sudah meledak terlalu banyak. Mengetahui hal tersebut perlu tindakan lebih lanjut dalam mengawasi kegiatan perdagangan yang ada disana. Jangan sampai kejadian di china juga terjadi di negara kita ini. 
Tujuan saya menulis artikel ini bukan ingin menjatuhkan sebelah pihak akan tetapi saya peduli terhadap masyarakat dan negara tercinta ini. 
Mungkin itu yang dapat saya tuliskan terimakasih, mohon maaf untuk yang kurang berkenan
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

sumber
https://m.tribunnews.com/amp/internasional/2020/01/29/asal-virus-corona-akhirnya-terungkap-bukan-dari-sup-kelelawar-melainkan-dari-tempat-ini

PENGENDALIAN PENYAKIT CACING MATA (THELAZIASIS) PADA TERNAK SAPI

       Salah satu penyakit yang menyerang ternak ruminansia adalah penyakit cacing mata atau Thelaziasis. Menurut Tjahajati dan Husniyati (2...